Bank Dunia Peringatkan Pembayaran Utang, Kini 26 Negara Terancam Bahaya

Ilustrasi Hutang Negara

Kondisi 26 negara dunia yang masih terlilit utang dengan Bank Dunia (World Bank) sedang terancam setelah diberikan peringatan pada minggu kemarin.

Tercatat bahwa 26 negara yang disebutkan Bank Dunia tersebut mengalami rekor utang tertinggi sejak 2006 silam. 

26 Negara Termiskin Ini, Pendapatan per Kapita Tahunan Kurang dari Rp 18 juta 

Bank Dunia baru saja merilis laporan yang menyatakan bahwa ada sebanyak 26 negara yang sedang berada dalam kondisi kritis akibat tingginya tingkat utang luar negeri. 

Peringatan ini muncul di tengah-tengah meningkatnya suku bunga global serta melemahkan ekonomi dunia.

Pada akhirnya, faktor ini menjadi salah satu hal yang semakin memperburuk kemampuan negara tersebut dalam membayarkan hutangnya. 

Menurut Bank Dunia, 26 negara yang diteliti ini ternyata hanya memiliki pendapatan per kapita tahunan kurang dari 18 juta rupiah. 

Alhasil, mereka semakin bergabung pada hibah IDA (International Development Association). 

Upaya Yang Dilakuakan IDA Untuk Mengatasinya

Dalam 5 tahun terakhir, IDA juga sudah memberikan sebagian besar sumber daya keuangannya pada 26 negara ini dengan tujuan menjaganya agar tetap bertahan dalam kondisi ekonominya yang saat ini. 

IDA sendiri dilakukan pengisian ulang secara berkala setiap tiga tahun melalui kontribusi dari negara pemegang saham Bank Dunia. 

Dimana, mayoritas dari mereka berasal dari negara-negara yang sudah maju. 

Bahkan, pada 2021 lalu, tercatat diberikan dana sebesar Rp 1.447 triliun kepada IDA. 

Pada 6 Desember mendatang, Ajay Banga sebagai Presiden Bank Dunia berencana meningkatkan jumlah dana tersebut menjadi lebih dari US$ 100 miliar. 

Tentu saja, adanya peningkatan yang cukup besar ini diharapkan membantu mendukung lebih banyak negara yang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan dan stabilitas ekonomi. 

Negara-negara berkembang sering kali lebih rentan mengalami bencana alam akibat infrastrukturnya yang kurang memadai. 

Alhasil, dampak tersebut semakin memperburuk kondisi perekonomiannya saat ini. 

Terhitung sejak 2011 hingga 2023, bencana alam telah mengakibatkan kerugian rata-rata sebesar 2% dari PDB tahunan di negara-negara yang terdampak. 

Hal ini berarti setiap tahunnya negara tersebut kehilangan sekitar 2% dari total nilai ekonomi mereka.

  • Cianyur.com
    © 2025 Cianyur.com